Saturday, January 18, 2014

Understanding, Acceptance, and Love

"Love begins at home, and it is not how much we do... but how much love we put in that action." -Mother Teresa-

When you love someone, their happiness is essential to your own. You don't love someone because they're perfect. In fact, they're not. Does it matter? Does it change your love? I think love doesn't work like that. Love is not a machine that you can buy or create whatever you want. You can fix and change it anytime you want. Another funny parable : have you ever played the sims? If you know that game, you'll understand what I mean. You can build their personality traits as you like and you can match it with their partners. So easy, right? But love doesn't work that way.

Love is not just about finding the right person. Understanding and acceptance are the essence of love. When you love someone, you love them as themself. You don't force them to be someone that fulfill your ideal. You don't push them to be like your "imaginary" partner. I believe that each of us has our own criteria in choosing partner, but it's not the right way to always think : "He/she is too far from my expectation, he/she is not good enough for me, I deserve better!" Go back to yourself, is that what you want? Is that what you do to find the right person? Have you already given the best effort that you can?

"No relationship is perfect, ever. There are always some ways you have to bend, to compromise, to give something up in order to gain something greater... The love we have for each other is bigger than these small differences. And that's the key. It's like a big pie chart, and the love in a relationship has to be the biggest piece. Love can make up for a lot." -Sarah Dessen-

What I say is based on my experiences. Love is so important in relationship, but understanding and acceptance are the key to build a success relationship. When you're ready to commit, you'll ready to love wholeheartedly, build your relationship for the future, and remember you'll also ready to get hurted and the worst case is you're ready to lose your love.

"Understanding is the first step to acceptance, and only with acceptance can there be recovery." -J.K. Rowling-

Idealis vs Realistis

Seseorang yang idealis dapat dilihat dari perilaku, ide, sikap, ataupun cara berpikirnya. Beberapa orang berpendapat negatif tentang idealisme. Ada yang menganggap bahwa idealisme adalah suatu hal yang konyol karena seseorang yg idealis pasti memiliki kesetiaan pada suatu impian tertentu yang diyakini benar. Mereka bisa saja langsung menyindir secara terang-teragan ataupun menjatuhkannya di depan publik. Namun, bagaimana dengan seseorang yang realistis?

Seseorang yang realistis cenderung mengikuti arus. Pola pikirnya mengikuti lingkungan dan orang tersebut tidak terlalu peduli dengan semua kebenaran yang ia yakini. Pada umumnya, seseorang yang realistis terpengaruh dengan hal-hal yang berkaitan dengan materi. Mereka tidak menganggap bahwa mengejar impian adalah segalanya. Mereka terfokus pada pemenuhan kebutuhan materi dan berjalan mengikuti situasi yang sedang terjadi.

Saya pribadi adalah seseorang yang idealis. Saya menilai tinggi akan seberapa besar tekad saya untuk mengejar impian dan bagaimana saya bisa berhasil mencapai target tersebut. Sayangnya, kenyataan berbicara sebaliknya. Banyak pihak luar yang menganggap "aneh" akan idealisme saya. Mereka berpendapat bahwa saya mengejar sesuatu yang abstrak dan lebih tepatnya mereka berkata seperti ini : "bagaimana kamu bisa hidup dengan idealismu itu? Bagaimana kamu bisa bertahan hidup?" Saya tidak dapat menjelaskan hal ini kepada mereka karena saya paham bahwa mereka tidak memiliki mimpi ataupun tidak ada keinginan untuk memiliki mimpi. Saya memilih untuk tetap pada idealisme saya dan mengabaikan semua sindiran atau masukan dari pihak luar.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, saya semakin takut memikirkan masa depan. Saya mulai berpikir tentang segala pendapat dari pihak luar yang menyangkut idealisme saya. "Apakah mungkin saya mencapai idealisme saya? Apakah mungkin saya berhasil mengikuti idealisme saya tanpa memikirkan realitanya?" Semua pertanyaan dan ketakutan menyerang diri saya. Saya mulai mengerti alasan "mereka" berpendapat seperti itu. Selama ini, saya terlalu naif sehingga saya melupakan realitanya. Porsi idealisme dan realistis yang ada di dalam diri saya tidak seimbang. Saya ingin menggapai impian saya namun saya terlalu cuek akan pemenuhan kebutuhan diri saya sendiri. Saya tidak berpikir bagaimana saya bisa survive kalau tidak ada pemasukan yang cukup? Bagaimana saya bisa melanjutkan pendidikan jika tidak ada support materi yang cukup? Saya bukan seseorang yang outstanding ataupun the most talented one. Saya sadar akan kemampuan saya dan tidak mungkin seseorang datang tiba-tiba hanya untuk mewujudkan impian saya, memberikan segalanya, supports everything, and everything's done! I also need a good financial for myself, but how can I get it?

This is the hardest part for me! I want my idealism still stays on track, but I have to earn money without changing my perception about idealism. I don't want to work with my idealism but my purpose is not about passionate in my dream anymore (it's all about money now?). It's getting more complicated now !

Sampai sekarang, saya belum menemukan cara untuk mengatasinya dan saya masih bergumul akan 2 hal ini - idealis dan realistis. Inti dari sharing saya ini adalah saya sadar bahwa idealisme tidak bisa bekerja sendiri. Idealisme itu adalah suatu perubahan yang tidak terjadi karena suatu kondisi. Perubahan tersebut bisa dikabulkan kalau kita memiliki keberanian. Idealisme harus berpasangan dengan realisme. Tanpa adanya realisme, idealisme hanya seakan-akan menjadi angan-angan saja. Idealisme tanpa realisme hanya seperti khayalan semata. Realisme diperlukan untuk mendukung idealisme dalam kenyataannya.  Kombinasi akan sikap idealis dan realistis akan menghasilkan output yang luar biasa. Masing-masing pandangan ini saling melengkapi satu sama lain, tidak ada yang berkesan negatif jika keduanya dijalankan bersamaan.